Menu

Bagaimana Cara Mengatasi ‘Insecure?’

Hallo, para pembaca guru.or.id dalam artikel kali ini kami akan membahas tentang ‘insecure.’ Perasaan atau sikap yang sering atau pernah dialami oleh siapapun. Bagaimana cara mengatasi sikap tersebut? Yuk, mari kita baca.

Bagaimana Cara Mengatasi ‘Insecure?’

Rasa tidak percaya diri kerap dialami oleh siapapun, tak terkecuali (mungkin) Anda yang sedang membaca tulisan ini pernah mengalaminya. Sebelum ke pembahasan yang lebih lanjut, apa sih ‘insecure’ itu? Insecure merupakan keadaan emosi yang timbul karena sesuatu hal sehingga kita merasa tidak bisa mencapai atau memenuhi apa yang orang lain katakan atau capai.

Apalagi ketika memasuki usia 20 ke-atas, sikap ini perlu dikontrol dengan pemikiran yang positive. Setiap orang menginginkan segala hal yang ada pada dirinya berjalan dengan baik—tanpa dicampurtangani oleh orang lain. Bukan, bukan karena tidak ingin diperdulikan yang lainnya, tetapi membatasi sikap dan ucapan yang tidak diminta secara langsung oleh yang bersangkutan merupakan hal bijak, sehingga rasa tidak percaya diri tidak timbul di hati seseorang. Sehingga perasaan tidak aman, tidak tenang, atau pun berbagai bentuk perasaan yang tidak mengenakan tidak tumbuh dalam dirinya.

cara-mengatasi-insecure

kumparan dot com

Siapa yang tidak menginginkan perubahan yang lebih baik setiap waktunya, tahunnya—secara significant dalam diri seseorang. Dari perubahan pencapaian, finansial, atau pun dari fisiknya, yang tadinya gemuk berubah menjadi kurus. Yang tadinya memiliki warna gelap berubah menjadi lebih cerah. Bukankah, tumbuh kearah yang lebih baik yang selalu diingkan? Tetapi, tidak semua keingingan langsung begitu saja dijawab. Ada komentar-komentar yang kurang baik kemudian menimbulkan perasaan tidak percaya diri. Kita sering menyebutnya body shaming atau bentuk badan seseorang menjadi bahan omongan. Jelas ini sangat menyakitkan. Atau mungkin terkait dengan pertanyaan, ‘kapan menikah?’ Ini juga menimbulkan insecure. Segala hal menjadi topik pembicaraan, karena dengan cara dibandingkan dan memandingkan adalah sebuah virus yang akan menjalar ke hati dan pikiran—menumbuhkan rasa insecure yang berlebihan.

Nah, untuk itu bagaimana diri bisa terjaga dari omongan kurang mengenakkan? Bagaimana cara mengatasi peraasan insecure tersebut? Mari, kita simak penjelasan dibawah ini.

  1. Stay positive

Para pembaca guru.or.id tentu pernah mendengar kalimat ‘Over thinking will kill you.’ Yups, memikirkan sesuatu hal yang berlebihan itu akan membunuh kita secara perlahan—tanpa disadari. Padahal, yang membuat keadaan semakin pelik adalah pikiran kita sendiri. (Bener, kan??) Sedangkan, insecure yang dirasakan bisa dihilangkan dengan tetap berfikir yang baik-baik. Terkait, pencapaian yang belum bisa sebaik A, B, atau C. Terkait, finansial yang belum bisa mempunyai tabungan berdigit 10 angka. Terkait, badan yang tidak se-ideal artis papan atas yang sering dibicarakan. Semua yang terkait dengan anggap orang bahwa menjadi sukses harus versi mereka—biarkan saja. Ingat, semua bisa dikendalikan tergantung bagaimana pikiran kita.Maka, teruslah memikirkan yang baik-baik alias stay positive.

Satu hal yang pasti, semasing orang mempunyai jalannya masing-masing. You all know guys, Allah is the best planner. Stay health, stay positive. Tetap menjadi baik sesuai versimu.

  1. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Stop, membandingkan diri dengan orang lain. Tidak akan ada habisnya jika terus membandingkan. Hal inilah penyebab salah satu timbulnya insecure. Perasaan tidak nyaman dan krisis kepercayaan diri.

Ingat, ‘What make you different. What makes you beautiful.’ Apa yang membuat mu berbeda, akan membuat dirimu cantik. Kalau anggapan cantik menurut A itu adalah perempuan yang tingginya 165 cm dan memiliki rambut panjang—whatever. Karena kita mempunyai standar ‘cantik’ yang kita buat sendiri. Kalau anggapan ‘sukses’ itu mempunyai pekerjaan didalam ruangan ber-AC. Gaji setara dengan sekali membeli mobil terkini—whatever.

Karena sukses tidak semata-mata hanya diukur dengan besar kecilnya angka. Ia yang bersembunyi didalam hati dan membawa ketenangan juga merupakan kesuksesan. Finansial memang diperlukan, tapi jangan mengesampingkan keberkahan dan ketenangan yang didapatkan. NO INSECURE, NO ANXIETY. Dan, kamu sudah sukses!

  1. Batasi interaksi dengan orang lain

Manusia disebut sebagai makhluk social atau makhluk yang memerlukan bantuan orang lain. Kita semua membutuhkan individu yang lain untuk membantu keberlangsungan kehidupan kita. Tapi, ketika lingkungan tidak mendukung apa yang kita kerjakan—mulailah berfikir. Karena satu dengan yang lainnya tidak bisa disamakan. Ada yang bersikap bodoh amat ketika ada yang mulai menyinggung hidup seseorang. Ada yang kemudian membuat hilangnya krisis kepercayaan diri atau insecure.

Maka, hindari lingkungan atau bahkan orang-orang yang dapat memicu ketidaknyamanan. Bukannya, membenci tetapi hanya merawat hati. Karena tumbuh sebagai pribadi yang utuh dengan segala macam cita-cita baik adalah mimpi semua orang, termasuk Anda.

“Hidup akan lebih menyenangkan jika berdampingan, bukan saling membicarakan.”

  1. Be yourself and love yourself

Mari, kita garis bawahi antara rendah hati dengan rendah diri. Kedua hal ini sangat berbeda. Rendah hati merupakan sikap dimana kita memiliki keahlian tapi kita merasa banyak orang diluar sana yang jauh lebih ahli. Sedangkan, rendah diri merupakan sikap negative dimana orang lain lebih baik daripada kita, sehingga kita tidak pantas jika berada dilingkungan tersebut. Weits, hal ini sangatlah tidak sehat.

Tetaplah menjadi baik dan cantik sesuai dengan apa yang kita miliki. Bukankah, insecure harus kita ubah menjadi bersyukur?

Demikian kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan segala bentuk insecure yang tumbuh di dalam diri kita. Stop comparing yourself and you’re beautiful by your own way.

No comments

Leave a Reply


two + = 4

Mainan Edukatif