Menu

Cetar! Pemprov Lampung Siapkan SMK Gratis dan Terkoneksi Kerja

Mantab, Pemprov Lampung siapkan SMK Gratis, bahkan tidak hanya gratis, kurikulum SMK ini juga akan terkoneksi dengan dunia kerja.

GURU.OR.ID , BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung akan menyiapkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) gratis bagi anak dari keluarga miskin. SMK tersebut berorientasi pada pasar kerja sehingga lulusannya mampu mengembangkan ilmu langsung di dunia kerja nyata.

Kepala bagian Humas dan Komunikasi Publik Pemprov Lampung Heriyansyah mengatakan, ide penyiapan SMK bagi anak dari keluarga tidak atau kurang mampu dari Wagub Lampung Chusnunia, seusai melakukan kunnjungan ke SMKN Jawa Tengah. “Pilot project-nya untuk diaplikasikan di Lampung,” kata Heriyansyah di Bandar Lampung, Ahad (21/7/2019).

Dia mengatakan, Pemprov Lampung tidak membangun sekolah dari nol lagi, tetapi dapat memanfaatkan sekolah yang ada. Pemerintah provinsi akan melakukan pembenahan atau manajemen ulang untuk mengaplikasikan pilot project seperti pada SMK di Jateng itu.

Manajemen ulang ini termasuk mengoneksikan SMK dengan pasar kerja. Karena, pola yang diterapkan SMKN di Jateng tersebut terkoneksi dengan pasar kerja sehingga menjadi keunggulannya karena menyesuaikan kebutuhan pasar kerja.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung dan pemangku kepentingan pendidikan akan mempelajari kurikulum, biaya, pengawasan kualitas, dan koneksi kepada pasar kerja. Pada intinya, dia mengatakan, SMK di Lampung memiliki keunggulan gratis dan kurikulumnya terkoneksi dengan kebutuhan pasar kerja sehingga lulusan SMK dapat langsung menerapkan ilmunya selama di sekolah di dunia kerja.

Tanggapan Warga terhadap SMK GRATIS du Lampung

warga Bandar Lampung, Firdaus,  menyambut baik rencana Pemprov Lampung untuk membuka SMK gratis bagi anak dari keluarga tidak mampu. Tetapi, ujar dia, penerimaan siswa baru dari keluarga tidak mampu harus berdasarkan seleksi yang jujur, bukan lewat penunjukkan.

“Jangan sampai nanti yang masuk murid-muridnya sudah ditentukan si A dan si B. Seharusnya lebih baik diseleksi dulu yang lulus baru bisa mendaftar ulang,” kata bapak tiga anak itu.

Selama ini, ujar dia, yang berjalan penerimaan siswa baru gratis melalui jalur Program Bina Lingkungan (Biling) tidak melalui seleksi. Dampaknya, banyak orang yang tergolong mampu juga masuk dalam Program Biling tersebut. “Karena tidak diseleksi ketat atau melalui tes,” ujarnya.

Tim Redaksi guru.or.id

No comments

Leave a Reply


one × = 1