Menu

Lima Tips Sehat Untuk Goweser Pemula

Setiap Goweser akan mendapatkan apa yang menjadi niatnya.

Sultan HB X, Gubernur DIY sempat merasa geram melihat kondisi Malioboro yang sekitarnya yang dipenuhi orang berkerumun dan mengabaikan seruan menjaga jarak. Sebagian besar adalah pesepeda. Bukan hanya di seputaran Tugu Yogyakarta, Malioboro atau Titik Nol, tetapi barisan pesepeda juga memenuhi jalan-jalan di pedesaan seperti Kaliurang di utara, Menoreh di Barat, Imogiri di Selatan dan Wonosari di Timur.

Lima Tips Bersepeda untuk Goweser Pemula

pixabay.com

Patut diduga, sebagian para goweser tersebut ingin meluapkan kemerdekaannya setelah sekian lama harus bersemedi di rumah akibat virus corona. Meskipun sebetulnya kondisi Yogyakarta masih belum sepenuhnya aman karena masih masuk zona kuning Covid-19. Masyarakat masih dituntut untuk waspada, mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Lalu kenapa tiba-tiba muncul goweser yang begitu banyak di Yogyakarta? Jika ditelisik, banyak di antara goweser akhir-akhir ini merupakan pendatang baru alias masih newbie. Cara gampang untuk membedakan, dengan melihat sepeda mereka yang masih kinyis-kinyis alias baru saja dibeli. Sejalan dengan itu, toko-toko sepeda pun ramai diserbu pembeli. Gowes menjadi aktivitas pilihan untuk melepaskan kejenuhan setelah berminggu-minggu dalam ‘karantina’.

Beredar Kabar Beberapa Goweser Meninggal Mendadak

Di balik riuhnya para pesepeda memenuhi jalanan. Kabar buruk pun beberapa kali berhembus. Ada kabar goweser yang terserempet truk, sampai ada pula yang meninggal diperkirakan karena kekurangan oksigen karena bersepeda dengan tetap mengenakan masker. Kegiatan yang semula bertujuan untuk olah raga sambil refreshing untuk mencari keringat, justru berbuah naas.

Nah, maka penting juga memperhatikan keselamatan diri dan orang lain saat gowes. Berikut lima tips, bersepeda khususnya untuk pemula.

Pilih sepeda yang tepat

Memilih sepeda yang tepat. Banyak jenis sepeda dengan penggunaan masing-masing. Sepeda gunung (MTB) cocok untuk medan off-road/lintas alam, sepeda balap khusus untuk olah raga dengan lintasan jalan raya, BMX khusus untuk atraksi lompatan, sepeda anak, atau sepeda urban/kota untuk kondisi jalan perkotaan.

Selain memilih jenis sepeda yang tepat, juga ukuran sepeda disesuaikan agar nyaman selama dalam perjalanan. Eits, Tapi bukan hanya tepat dalam ukuran, bentuk dan selera. Penting juga memilih yang sesuai dengan isi kantong. Agar urusan dapur tidak terganggu!

Kenali Bagian Sepeda dan Fungsinya

Punya sepeda bagus. Harga mahal. Tetapi tidak bisa menggunakan dengan benar. Akan percuma. Maka bagi para pemula, apalagi yang belum bisa naik sepeda, berlatih menjadi langkah penting. Sekalian mengenali fungsi bagian-bagian sepeda. Terutama bagian-bagian vital, seperti fungsi dan penggunaan rem misalnya. Kapan harus menggunakan rem depan, kapan harus menggunakan rem belakang, dan sebagainya.

Siapkan Perlengkapan Keamanan

Bersepeda dengan tujuan sehat. Maka faktor keselamatan harus diutamakan. Keamanan bukan saja untuk sepeda, tetapi juga untuk pengendara. Tidak lucu, kalau bawa-bawa rantai dan gembok supaya sepeda aman, tetapi diri pengendara malah tidak menggunakan alat untuk melindungi diri.

Di tengah wabah Covid-19 seperti saat ini, mengenakan masker menjadi anjuran penting namun juga harus waspada terjadinya kekurangan oksigen dan serangan jantung. Maka dianjurkan secara berkala, setiap untuk membuka masker.

Beberapa alat pelindung diri yang bisa digunakan berupa, helm, sarung tangan, sepatu, kacamata. Sedangkan untuk perlengkapan sepeda siapkan juga gembok/rantai untuk keamanan saat parkir serta pompa sepeda protabel untuk jaga-jaga jika ban kempis.

Mulai Rute Ringan dan Lakukan Rutin

Bagi para pemula, ada baiknya memilih rute yang ringan. Tidak telalu jauh, dan tidak banyak menanjak. Waktu tempuh 60-90 menit sudah cukup untuk pemula. Tidak perlu memaksakan diri, apalagi demi gengsi dan aksi di media sosial. Secara berkala, rute dan jarak bisa ditingkatkan sesuai kemampuan.

Jangan Lupakan Asupan

Seperti olah raga lainnya, bersepeda pun butuh tenaga. Maka tubuh butuh asupan makanan dan minuman. Apalagi jika menempuh perjalanan lama hingga berjam-jam. Maka sediakan minuman dan camilan secukupnya. Untuk sumber energi sekaligus menghindari dehidrasi.

Jika niat bersepeda adalah untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Memperhatikan keselamatan diri dan orang lain menjadi wajib hukumnya. Menghormati pengguna jalan lain dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Berselfiria, boleh saja asalkan tidak mengundang bahaya. Ingat, setiap goweser akan memperoleh seperti apa yang diniatkannya. Salam Gowes! [e]

Eko Triyanto
“Jika aku belum bisa berbuat baik, biarlah kutuliskan kebaikan-kebaikan orang lain, yang padanya aku berharap akan menumbuhkan kebaikan.”

No comments

Leave a Reply


five + 3 =

Mainan Edukatif