Menu

Mengintip Sistem Pembelajaran Berbasis Al Quran di Kuttab Al Fatih

Kuttab merupakan konsep pendidikan yang telah ada sebelum datangnya Islam. Hanya saja waktu itu hanya mengajarkan baca dan tulis Arab. Ketika Islam datang, Kuttab mengalami penyesuaian. Kuttab merupakan konsep pendidikan yang utuh, dari usia 2-15 tahun. Kuttab mengajarkan iman kemudian mengajarkan Al Quran.

Islam tidak suka hal yang sia-sia, maka harus efektif dalam hidup. Ciri khas hasil pendidikan Islam, mereka menjadi orang besar dalam usia belia. Demikian ungkap Ustadz Budi Anshari, Lc. Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Fatih.
Sehingga lahir para ilmuwan sekaliber Ibnu Sina yang menjadi dokter pada usia 16 tahun, tetapi kemampuannya diakui dunia hingga saat ini. Bahkan dasar-dasar ilmu kedokterannya terus dipakai di berbagai Negara, di Eropa ia dikenal dengan nama Avicena.

Ibnu Khaldun hanya belajar hingga usia 17 tahun, setelahnya terjadi konflik di negerinya yang menyebabkan kekacauan. Tetapi kemampuannya telah cukup untuk memberi pengaruh kepada dunia, hingga saat ini warisan ilmunya masih diakui termasuk di negeri barat.

Menyimak sejarah kegemilangan hasil pendidikan tersebut, Yayasan Al Fatih berikhtiar menghadirkan lembaga pendidikan yang berbasis Al Quran yang dinamakan Kuttab Al Fatih. Kelahiran lembaga pendidikan ini tidak lepas dari peran Muhaimin Iqbal, pendiri Gerai Dinar yang telah menjadi inisiator beberapa start-up yang berbasis masyarakat.

Lalu apa saja keistimewaan dari Kuttab Al Fatih ini?

Nama Al faith diambil dari gelar Mehmed II, anak muda yang dipuji Rasulullah SAW. meskipun lahir delapan abad setelah Nabi wafat. Al Fatih menjadi panglima di usia belia dan mampu menaklukan konstantinopel. Menurut Budi Anshari, mereka ingin menduplikasi sistem Kuttab yang ada pada awal Islam, termasuk sampai penamaannya.

Target hafal seperempat Al Quran. Para murid di Kuttab ditargetkan minimal hafal seperempat Al Quran dan maksimal 30 juz ketika lulus. Tetapi tidak terhenti di sini, para murid juga dilatih untuk menjadikan Al Quran sebagai sumber segala ilmu. Sehingga ketika tidak melanjutkan sekolah telah siap untuk berkarya.

Melihat aktivitas keseharian di Kuttab Al Fatih, lebih banyak mempelajari keimanan dan Al Quran. Sehingga murid tidak banyak dijejali dengan beragam mata pelajaran umum.

Mengenal Kuttab Al-Fatih

Kuttab Al-Fatih telah ada sejak tahun 2012 lalu. Semula menempati lokasi di perumahan Griya Tugu Asri, Blok B2/20. Ustadz Budi Ashari bersama Muhaimin Iqbal dan Waalid Ilham dan tim angkatn pertama secara resmi membangun Kuttab Al Fatih.

Kini lembaga yang diasuh Ustadz Budi Ashari, Lc. telah memiliki 25 cabang di 22 Kota di seluruh Indonesia. Kuttab Al Fatih merupakan lembaga pendidikan untuk anak usia 5 – 12 tahun. Kurikulumnya menitikberatkan pada Iman dan Al-Qur’an.

Mengusung visi, Melahirkan Generasi Gemilang di Usia Belia. Kuttab Al Fatih membawa misi Pengajaran dan Penanaman Karakter Iman, Menghafal Al-Qur’an, Menggali, meneliti dan membuktikan kemukjizatan Al-Qur’an, Berbahasa peradaban dan Memiliki Ketrampilan hidup.

Jenjang Kelas Kuttab Al Fatih

Kuttab Al-Fatih memiliki 3 jenjang yaitu Kuttab Awal (1-3 tahun), Kuttab Qonuni (1-4 tahun) dan Madrasah Al Fatih (7 tahun).

Kuttab Awal terbagi menjadi 3 level, Yaitu : Kuttab Awal 1, Kuttab Awal 2 dan Kuttab Awal 3.
Qonuni terbagi menjadi 4 Level : Kuttab Qonuni 1, Kuttab Qonuni 2, Kuttab Qonuni 3 dan Kuttab Qonuni 4.

Tahapan Belajar

Di dalam Kuttab Al Fatih, menerapkan tahaban pembelajaran yang merujuk kepada hadits yakni : pendengaran sebelum penglihatan, hati sebelum akal, membaca sebelum menulis, menghafal sebelum menganalisa dan yang terpenting iman sebelum al-Qur’an.

Dengan berbagai terobosan dan model pendidikan yang digunakan, Kuttab Al Fatih kini menjadi satu di antara lembaga pendidikan yang paling banyak dicari. Meski mengutamakan pendidikan iman dan Al Quran, tetapi para murid tetap mendapatkan ijazah formal melalui paket penyetaraan. [e]

Eko Triyanto
“Jika aku belum bisa berbuat baik, biarlah kutuliskan kebaikan-kebaikan orang lain, yang padanya aku berharap akan menumbuhkan kebaikan.”

No comments

Leave a Reply


eight × = 56