Menu

Miris, Jenazah Perawat RSUP Kariadi Ditolak Warga Saat Hendak Dimakamkan

Sejumlah warga Sekawul Timur, Ungaran Kabupaten Semarang menolak proses pemakaman jenazah perawat RSUP dr Kariadi. Adnya penolakan itu muncul saat jenazah tiba di lokasi pemakaman dan hendak dimasukan ke liang lahat pemakaman.

1. Ada sekelompok orang yang menolak pemakaman jenazah di TPU Sekawul

Pihak Humas Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, saat dikonfirmasi mengaku ada segelintir warga yang menolak jenazah perawat dari RSUP Kariadi dimakamkan di TPU Sekawul yang dekat kampungnya.

Ia mengatakan sebelumnya petugas makam sudah terlanjur menggali makam.

“Saat makamnya sudah digali, ternyata orang-orang yang datangnya entah dari mana mendadak meminta agar tidak dimakamkan di situ. Awalnya dari RT kampung Sekawul bilangnya sudah gak ada persoalan lagi,” katanya, Kamis (9/4/2020).

2. Jenazah perawat akhirnya dipindah ke Bergota Semarang

Pihaknya berkata atas berbagai pertimbangan akhirnya jenazah perawat tersebut dipindahkan ke lokasi pemakaman milik karyawan RSUP Kariadi. Lokasinya berada di TPU Bergota Semarang.

“Selanjutnya atas rembugan dengan keluarga, jenazahnya kita bawa ke Bergota. Pemindahan dilakukan saat itu juga,” terangnya.

3. Proses pemakaman jenazah perawat selesai dilakukan jam 20.00 WIB

Pada kesempatan Terpisah, Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng, Edy Wuryanto menyesalkan ulah warga yang menolak pemakaman jenazah perawat di Sekawul.

Edy mengatakan saat ini proses pemakaman jenazah di TPU Bergota sudah selesai dikerjakan oleh para penggali kubur.

“Sudah dimakamkan barusan. Selesai sekitar jam delapan. Lokasinya di TPU Bergota. Di pemakaman khusus karyawan Kariadi. Saya sangat menyayangkan kok masih ada warga yang gampang termakan hoax,” kata Edy saat sebagaimana di lansir IDN Times.

4. Warga diimbau jangan terpancing hoax yang beredar

Pihaknya mengatakan sebenarnya pihak rumah sakit sudah melakukan protokol yang ketat saat memakamkan jenazah yang terkena virus Corona. Mulai dari proses pemulasaran jenazah, membungkus dengan plastik dan petinya disemprot disinfektan. sampai tahapan saat dimasukan ke liang kubur.

“Makanya saya imbau warga jangan terhasut hoax. Percayakan pada rumah sakit bahwa protokolnya sudah dikerjakan dengan ketat,” tegasnya.

Avatar
Tim Redaksi guru.or.id

No comments

Leave a Reply


seven + 1 =

Mainan Edukatif