Menu

Tujuh Tips Mengelola Perpustakaan Sekolah Agar Menarik

Perpustakaan menjadi sumber belajar yang penting, sehingga perlu dikelola agar menarik minat para siswa. Selain sebagai sumber belajar, perpustakaan sesungguh juga menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan minat membaca serta menemukan hal-hal baru dari bahan pustaka yang mereka baca. Oleh karena ini sangat penting bagi sekolahan untuk menyediakan perpustakaan yang representatif dan dikelola dengan baik.

anak stres belajar dirumah

 

Untuk membuat perpustakaan yang menarik perlu melakukan pengelolaan yang serius, pengembangan koleksi pustaka, hingga pelayanan yang ramah. Sehingga perpustakaan menjadi lokasi yang nyaman bagi para siswa menghabiskan sebagian waktu mereka. Langkah kreatif dan inovatif perlu terus dilakukan, karena menurut data yang ada minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah.

Bahkan konon Indonesia berada di posisi 62 dari 70 negara yang dilakukan penelitian tentang minat baca. Meskipun demikian tidak selalu rendahnya minat baca tersebut karena masyarakat malas membaca. Ketersediaan akses terhadap buku atau bahan pustaka lainnya turut menyumbang rendahnya minat baca tersebut.

Keberadaan perpustakaan diharapkan mampu untuk menjadi solusi terhadap minimnya koleksi pustaka yang bisa diakses masyarakat. Agar perpustakaan, khususnya perpustakaan sekolah bisa berfungsi dengan maksimal, berikut tujuh tips mengelola perpustakaan lebih menarik.

Pertama, desain dan dekorasi yang menarik. Ini terkait dengan kondisi fisik perpustakaan. Tidak bisa dipungkiri, sarana dan prasarana fisik perpustakaan sangat menentukan bagaimana sebuah perpustakaan menarik bagi siswa. Ruangan yang luas dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup, tentu akan lebih terasa nyaman ketimbang ruangan sempit dan pengap.

Meskipun demikian, penataan dan dekorasi perpustakaan juga bisa dijadikan daya tarik agar siswa mau berkunjung. Misal dengan membuat dekorasi pada dinding atau penataan meja kursi yang rapid an artistik. Termasuk di dalamnya, selalu menjaga kebersihan ruang perpustakaan maupun koleksi yang ada.

Kedua, kelengkapan bahan pustaka. Koleksi yang lengkap dan sesuai minat para siswa perlu diperhatikan. Untuk itu, pengelola bisa terus mengembangkan koleksi perpustakaan baik dengan anggaran sekolah, bekerjasama dengan pihak lain, maupun mengoptimalkan peran serta para alumni.

Untuk koleksi yang dibutuhkan, bisa membuat semacam kuisioner untuk mencari tahu minat dari para siswa tentang bacaan yang mereka inginkan.

Ketiga, selingi kegiatan lain yang turut memacu minat baca. Tidak selalu datang ke perpustakaan untuk membaca. Pengelola bisa membuat even khusus yang menarik, dengan tetap berkaitan dengan bahan pustaka. Misalkan lomba mewarnai atau menggambar poster tentang perpustakaan, buku, dan sebagainya.

Keempat, berikan hadiah kejutan. Siapakah pengunjung perpustakaan dengan koleksi peminjaman terbanyak? Siapakah yang paling rajin ke perpustakaan? Siapakah yang selalu tepat waktu mengembalikan buku? Siswa yang masuk dalam kategori tersebut bisa sekali waktu diberi hadiah. Sehingga akan berkesan.

Kelima, libatkan siswa dalam pengelolaan perpustakaan. Kegiatan menyampuli buku, membuat dekorasi perpustakaan, melayani peminjaman dan sebagainya bagi anak akan menjadi pengalaman baru. Maka memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukannya akan menjadikan kesan tersendiri.

Keenam, kenalkan siswa dengan dunia tulis-menulis. Menulis dan membaca menjadi dua aktivitas yang saling melengkapi. Apabila siswa telah mampu menulis, berikan tempat agar karya mereka dimuat. Bisa di majalah dinding, bulletin, blog sekolah, maupun mencoba mengirimkan ke media masa.

Apa yang mereka tulis? Dari pengalaman tentang perpustakaan, atau bacaan yang mereka baca di perpustakaan.

Ketujuh, melatih siswa untuk membaca. Kini sudah banyak dibahas tentang membaca cepat, membaca efektif dan sebagainya. Pada prinsipnya mengenalkan kepada siswa cara membaca yang baik dan benar.

Dengan pengelolaan perpustakaan yang baik, tidak hanya tentang sarana fisik, penataan koleksi, tetapi juga memperhatikan dan membangun kebiasaan siswa agar senang membaca. Sehingga siswa akan senang berkunjung ke perpustakaan. [e]

Incoming search terms:

  • https://guru or id/category/pengajaran

Eko Triyanto
“Jika aku belum bisa berbuat baik, biarlah kutuliskan kebaikan-kebaikan orang lain, yang padanya aku berharap akan menumbuhkan kebaikan.”

No comments

Leave a Reply


eight × 9 =

Mainan Edukatif