All for Joomla All for Webmasters

Siapa Yang memberikan ilmu

Anak-anak kalian tahu bahwa perangkat keras komputer terdiri dari perangkat keluaran ( output) dan masukan (input). Ya bahasa komputer yang dimiliki hanya input dan outpun saja tidak ada yang lain. Sebuah mesin digital, dalam hal ini komputer tidak lepas dari sistem digital. Untuk memasuki sistem digital kita terlebih dahulu melewati  gerbang digital. Sistem digital hanya mengenal keadaan logika 1 ( tinggi) dan nol (rendah). Mungkin konsep ini telah membuktikan bahwa yang maha Esa sebagai bukti yang tinggi dan nol adalah ciptaanya yang rendah dihadapannya. Dalam perintah sistem digital, angka satu sebagai true ( absah, hadir, yes atau ya ) dan angka nol adalah false (tidak absah) atau mewakili perintah tidak. Bentuk logika tersebut agaknya menyimpan bukti tentang manifestasi adanya Tuhan itu Esa adalah true ( benar ) yang diwakili angka satu, sedangkan jika kita tidak percaya, maka perintah itu adalah false yang diwakili angka nol ( tidak absah ).  Ya konsep ini agaknya muncul dengan kebetulan, akan tetapi hal ini adalah kenyataan. Coba anda pelajari lebih dalam tentang konsep sistem digital dalam mesin komputer.
Ya seperti itulah keadaan dari sebuah cahaya ilmu, terkadang muncul tanpa diduga tanpa melewati prosedur ABCD. Tetapi dari A langsung skip ke D. Terkadang jika kita melihat siswa yang tergolong dibawah rata-rata ,kita mengajarkan sesuatu kepada murid tersebut dengan selalu dibayang-bayangi  dengan perasaan yang ragu dan pesimis bahwa  dia tidak akan bisa, padahal kita sadar bahwa semua cahaya Ilmu itu datangnya tiba-tiba pada siswa siapa saja yang dikehendakinya. Kita mungkin akan tercengang saat membaca biografi penemu serba bisa dari Thomas Edison dengan latar belakang dungu yang luar biasa , sehingga guru disekolah merasa pesimis akan keberhasilan belajarnya,tetapi beliau telah menjadi legenda penemu yang luar biasa. Dengan demikian, bisa diambil pelajaran bahwa logika kita tidak sepenuhnya untuk membenarkan pada siswa kita tentang berhasil atau tidak tentang belajar mereka, karena Nur cahaya ilmu bukanlah perintah logika yes dan No, tetapi akan datang tiba-tiba, seperti konsep tauhid yang tersimpan dalam kode biner mesin digital. Kita sebagai guru memiliki kewajiban untuk mengajarkan ilmu dan senantiasa berdoa agar cahaya  ilmu hinggap pada siswa-siswi kita.
sopwani

About sopwani

Teaching is the greatest of the human task

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine + 9 =

Top
Penting untuk tahu:close