All for Joomla All for Webmasters

Pendidikan Indonesia Raya

Indonesia_by_thisismyimagination.jpg

sumber : flickr.com

Sebagai suatu kebutuhan mendasar, pendidikan haruslah mendapat perhatian yang sangat serius oleh pemerintah. Tidak cukup hanya berdasar pada angka-angka atau nilai pencapaian mutu pendidikan, sehingga off the track pendidikan dikatakan telah berjalan dengan baik. Pendidikan adalah sesuatu yang multikompleks dan multisubkompleks. Betapa tidak, pendidikan merupakan sarana memanusiakan manusia sehingga mampu memajukan dirinya, layaknya sebagai manusia. Benang kusut dalam mengurusi pendidikan sebenarnya adalah sesuatu yang memang akan selalu ada menghadang program yang bertujuan memajukan pendidikan. Namun, meski demikian solusi pemecahan masalah dalam pendidikan harus terus dan semakin ditingkatkan.

pendidikan di indonesia

sumber : flickr.com

Negeri ini bangga terhadap pencapaian-pencapaian anak bangsa di level Internasional berkenaan dengan pendidikan. Indonesia dikenal dunia sebagai sebuah Negara yang selalu meraih juara olimpiade matematika, fisika, dan computer, serta robotik. Tak ada yang dapat menyangkal, bahwa hal itu sebagai hasil dari kerja keras semua pihak, khususnya pemerintah. Program penjenjangan olimpiade sampai ke tingkat sekolah di seluruh Indonesia demi mencari bibit-bibit terbaik anak bangsa, merupakan suatu hal yang patut diacungi jempol. Hanya saja tentu hal tersebut masih jauh dari memadai dalam mengurusi pendidikan secara paripurna. Jangan sampai terlena dalam menggenjot para peserta didik yang memunyai keunggulan dalam bidang tertentu, sehingga melupakan bahwa anak bangsa tidak hanya yang mewakili negeri ini di ajang inernasional, tetapi semua warga Negara peserta didik yang bersekolah dan menjalani pendidikan.

Pendidikan memang untuk semua. Tidak mengenal golongan, suku, agama, dan ras. Tidak mengenal bodoh, pintar, kaya, dan miskin. Juga, tidak mengenal jauh, dekat, di kota, di desa, maupun di pelosok hutan belantara sekalipun, pendidikan harus diberikan secara adil. Potensi dalam mengurusi pendidikan, sudah saatnya untuk memerhatikan sisi yang lainnya. Salah satu di antaranya yang sangat urgen adalah pemerataan pendidikan. Pendidikan harus merata di seluruh pelosok negeri yang dikenal memunyai puluhan ribu pulau besar dan kecil ini. Pendidikan harus mampu menjangkau anak-anak bangsa yang berada di pedalaman, suku terasing, dan di perbatasan dengan Negara tetangga. Tentu dalam pendidikan sangat mengharamkan diskriminasi, hanya persoalan jarak. Meskipun diakui, Indonesia dengan luas 1.992.550 km persegi (menurut Wikipedia) bukanlah persoalan sepele dalam hal menjangkau ke seluruh pelosok negeri ini, namun hal itu harus dilakukan. Hal ini merupakan tuntutan konstitusi yang secara jelas diamanahkan oleh Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 31.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diperjuangkan oleh para pahlawan pendiri negeri ini sangat jelas mengamanahkan kepada penerus bangsa ini untuk terus menggelorakan semangat Indonesia Raya. Pendidikan adalah hal yang mutlak menyuarakan Indonesia Raya tersebut sebagai bentuk realisasi pemegang tongkat estafet perjuangan bangsa. Pendidikan bangsa ini haruslah bernafaskan Indonesia  Raya, Pendidikan Indonesia Raya, demikian seharusnya. Pendidikan Indonesia Raya adalah bentuk pengaplikasian pendidikan ke seluruh wilayah NKRI, mulai dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai pulau Rote. Penahapan program menjangkau daerah-daerah yang sulit untuk pendidikan tentu maklum unuk segera dilakukan, sehingga cita-cita Pendidikan Indonesia Raya dapat terwujud. Kesulitan-kesulitan yang dirasakan pada daerah-daerah terpencil dalam memenuhi kebutuhan pendidikannya, haruslah menjadi motivasi, khususnya pemerintah untuk menyegerakan menjangkau daerah-daerah tersebut. Harus diusahakan kejadian jembatan putus yang dilalui para siswa bersekolah di Banten yang sempat mendunia pemberitaannya, tidak ada lagi.

Pendidikan Indonesia Raya haruslah digelorakan sebagai bentuk semangat patriotisme setiap warga Negara. Beberapa aksi yang telah dilakukan berbagai pihak, semisal Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) yang digagas seorang tokoh pendidikan Anies Baswedan, tentu merupakan hal yang patut disupport dengan nyata. Pemberian tunjangan daerah terpencil kepada guru oleh pemerintah, juga merupakan program-program yang alurnya mengarah pada Pendidikan Indonesia Raya tersebut. Prof. Surya, orang yang sangat berjasa pada dikenalnya Indonesia dalam kancah olimpiade MIPA internasional, juga telah memulai dengan mencari bibit unggul anak bangsa, justru di pedalaman Papua. Memang, bukan hal yang mustahil bahwa justru program menjangkau yang tak terjangkau ini akan menemukan semacam berlian di dalam lumpur, yakni anak-anak bangsa yang justru memunyai kelebihan yang luar biasa.

Indonesia sebagai Negara besar akan benar-benar disegani oleh Negara-negara lainnya di dunia ini jika pendidikannya tangguh. Tetapi, tentu saja tujuan memajukan pendidikan untuk mendapat pengakuan di kancah internasional, meskipun  hal itu juga sangat perlu. Tujuan negeri ini memajukan pendidikannya termasuk memberikan layanan pendidikan kepada siapapun dan dimanapun anak bangsa itu berada di pelosok negeri ini, tak lain dan tak bukan adalah membuat bangsa ini tangguh dan mandiri. Tidak mudah goyah oleh krisis yang melanda Negara lainnya di dunia, dan mampu survive karena sanga kurang ketergantungan dengan Negara lainnya. Jika sekarang ini, masih sekian banyak sebangsa kita menjadi tenaga kerja di Negara lain dengan pekerjaan yang rendah, suatu ketika nanti jika pendidikan Indonesia Raya terwujud, tak ada lagi kita mendengar derita TKI kita. Bangsa ini memang harus bangkit dan sadar akan kebesarannya. Namun, kebesaran itu memang akan terasa rapuh jika tidak dikuatkan dengan pendidikan. Pendidikan negeri ini harus mampu menelisik sampai pada bagian-bagian terkecil daru ubuh negeri ini, jika Indonesia diidentikkan dengan tubuh manusia. Kekuatan harus di semua bagian, sehingga pendidikan harus merata di seluruh pelosok negeri. Semoga Pendidikan Indonesia Raya cepat terwujud. SEKIAN.

MS. SALMAN

About MS. SALMAN

Lahir di Parepare Sul-Sel 14 Agustus 1973. Tamat SPG Parepare tahun 1992, lanjut ke PGSD. Meraih S1 BK tahun 2004, dan selesai di S2 Bahasa Indonesia UNM Makassar Tahun 2012. Saat ini. mengajar di SD Negeri 71 Parepare. Menikah tahun 2004 dengan seorang guru juga, Mukrimah, namanya. Sampai saat ini dikaruniai 3 orang anak. Karyanya 3 buku cerita anak, 1 kumpulan cerpen, dan 1 lagi kumpulan opini pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× three = 27

Top
Penting untuk tahu:close